Pemkot Semarang Raih Peringkat 1 Pembangunan Daerah Terbaik

Pemkot Semarang Raih Peringkat 1 Pembangunan Daerah Terbaik – Kota Semarang dibawah kepemimpinan Hendrar Prihadi menyapu Posisi 1 Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Propinsi. Hendi, sapaan akrabnya, terima langsung penghargaan yg diserahkan oleh Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Tengah Sri Puryono.

Dalam acara yg diadakan di gedung Gradika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Hendi mengakui terasa puas serta bersukur. Ditambah lagi tahun awal mulanya Kota Semarang cuma mendiami posisi 4 se-Jawa Tengah.

” Tahun tempo hari Kota Semarang cuma ada di posisi 4 serta memperoleh predikat B. Lalu kami pelajari, dari mulai tingkatan proses pengaturan RKPD, dan perbaikan pada perolehan pembangunan yg digapai Kota Semarang. Alhamdulillah tahun ini sukses berubah menjadi yg terpilih di Propinsi Jawa Tengah serta memperoleh predikat A, ” tutur Hendi dalam info tercatat, Rabu (10/4/2019) .

Dia sangat percaya kesuksesan Kota Semarang ini adalah bentuk kesuksesan Bekerja Bersama dengan sebagai ide pembangunan Kota Semarang.

Kesuksesan Kota Semarang mendapatkan posisi 1 menaklukkan 34 Kabupaten/Kota berbeda di Jawa Tengah selesai memperoleh nilai terpilih dari team penilai propinsi, lewat penilaian RKPD Kab/Kota serta dokumen pembaharuan, dan melalui verifikasi serta interview.

Menurut launching Bappeda Propinsi Jawa Tengah segi yg dianggap terdiri proses dari pengaturan dokumen serta mutu dokumen RKPD, dan pembaharuan serta perolehan pembangunan.

Di lain bidang, Hendi mengatakan kalau Kota Semarang kerjakan pengaturan RKPD menurut ide Bekerja Bersama-sama serta optimalisasi laporan, komunitas RKPD yg diawali dari Rembug RT, Rembug RW, Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, serta Musrenbang Kota. Aktivitas itu didatangi oleh bermacam bagian orang seperti komune orang disabilitas, akademisi, serta perwakilan instansi pemberdayaan orang kelurahan.

Hendi pula mengemukakan bila penambahan Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang pula adalah bukti bila ide pembangunan Bekerja Bersama dengan berjalan dengan baik. Tertulis pada tahun 2012, PAD Kota Semarang cuma sebesar Rp 779 miliar yg lalu pada tahun 2018 bertambah cepat berubah menjadi Rp 2, 1 triliun.

Selain itu, Kepala Bappeda Kota Semarang Bunyamin memasukkan lantaran berubah menjadi yg terpilih di tingkat Jawa Tengah, sesudah itu Kota Semarang maju ke penilaian tingkat nasional serta udah sukses masuk 10 besar kota dengan pembangunan terpilih.

Menurut dia, pada 1-2 Maret 2019 lantas juga dijalankan verifikasi lapangan oleh penilai dari Bappenas yg akhirnya bakal dikatakan kala Musrenbang Nasional pada Mei di Jakarta.