Ada 4 Rumah Kost yang Disulap Jadi Hotel Disegel Pemkab Banyuwangi

Ada 4 Rumah Kost yang Disulap Jadi Hotel Disegel Pemkab Banyuwangi – Satpol PP Banyuwangi menyelenggarakan razia rumah kost yang berubah peranan jadi hotel. Keseluruhan telah ada 4 hotel yang sangat terpaksa disegel.

Dua hotel yang ditutup Senin (8/4) ialah Asiera di Jalan Agus Salim Nomer 104 A serta Eston House di Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo. Sesaat rumah kos Serasi di Jalan Borobudur serta Guest House Tabuhan di Jalan Sumbersawo Kelurahan Kertosari disegel per ini hari.

Pelaksana Pekerjaan (Plt) Kepala Satpol PP Banyuwangi Anacleto Dasilva menyampaikan, satuannya kerjakan penertiban rumah kos yang tidak cocok izin peruntukan. ” Sehabis kami cek perizinan peruntukan bangunannya kos-kosan. Tetapi praktiknya digunakan buat guest house, ” katanya, Rabu (10/4/2019) .

Selama ini pihaknya akan tetap senantiasa berkeliling-keliling buat mengendus kehadiran rumah kos yang sudah beralih peranan peruntukannya di seluruhnya Banyuwangi. Tentang berapakah rumah kos yang telah mulai berubah peranan itu pun belum juga didapati.

Dalam Aturan Daerah (Perda) Nomer 3 Tahun 2013, rumah kos adalah rumah atau bangunan yang disajikan buat rumah jangka periode minimum 1bulan. Akan tetapi pada praktiknya, banyak tempat kos yang disewakan lewat cara harian seperti hotel.

Penutupan rumah kost yang berubah jadi hotel ini berubah menjadi perhatian serius dari beberapa Komunitas Pimpinan Daerah (Forpimda) . Mereka menyelenggarakan Rakor Forpimda di Pendopo Banyuwangi.

Rakor itu didatangi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Komandan Kodim 0825 Letkol Inf Ruli Nuryanto, Kepala Pengadilan Negeri Purnomo Amin Tjahjo serta Perwakilan Komandan TNI Angkatan Laut Banyuwangi serta Perwakilan Kejaksaan Negeri.

” Jika kos-kosan biayanya bulanan. Lantaran pariwisata Banyuwangi berkembang, lantas mereka memfungsikannya seperti hotel, terima tamu dengan tarif harian. Serta saat ini, mulai ditertibkan. Kami siap kerjakan pengawasan sama-sama Pol PP daerah serta faktor berkaitan yang lain, ” kata Taufik Herdiansyah.

” Tidak hanya itu, pemkab sudah kerjakan moratorium pembangunan hotel melati, yang diizinkan cuma pembangunan hotel bintang tiga ke atas. Praktiknya, ada entrepreneur mengusahakan rumah kosnya disewakan jadi hotel. Kami siap turut menertibkan ini, ” ujarnya.

Sama dengan Kapolres, Kepala PN Purnomo pun beri dukungan usaha itu. Bahkan juga dia beri dukungan ada sangsi pidana pada pelanggar perizinan.

Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan terima kasih atas support Forpimda. Anas mengaku apabila tangan pemerintah daerah benar-benar hanya terbatas buat mengatasi permasalahan ketertiban serta kemanan.